Minggu, 15 Januari 2012

Rangkuman Tentang Jurusan


MEDIA / PEMBENIHAN DAN PEWARNAAN BAKTERI

MEDIA / PEMBENIHAN
Berdasarkan pada postulat dari Koch, maka untuk menetapkan apakah suatu jenis bakteri adalah penyebab dari suatu penyakit kita harus terlebih dahulu mendapatkan bakteri itu secara murni ( pure culture ) guna diselidiki sifat-sifatnya dalam determinasi. Untuk tujuan tersebut, diperlukan bahan pemeriksaan juga diperlukan suatu pembenihan ( medium/media ) sebagai tempat berkembang biak dan untuk isolasi bakteri.
            Medium tersebut terutama tersusun dari bahan-bahan yang menyusun tubuhnya sendiri, misalnya : air, pepton, protein, karbohidrat, garam mineral, dan lain-lain. Media adalah kumpulan zat-zat organik maupun zat anorganik yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri dengan syarat-syarat tertentu. Adapun syarat-syaratnya untuk mendapatkan suatu lingkungan kehidupan yang cocok bagi pertumbuhan bakteri adalah :
     1.      Susunan makanan terdiri dari :
·         Air
·         Sumber karbon
·         Sumber nitrogen
·         Mineral
·         Vitamin
·         Gas
     2.      Tekanan osmsis
     3.      Derajat keasaman ( pH )
     4.      Temperature
     5.      Sterilitas
   
  •        PENGGOLONGAN MEDIA
1.      Secara garis besar dikenal ada 2 jenis media, yaitu :
a.      Media hidup
b.      Media buatan
2.      Menurut konsistensinya dikenal adanya :
a.      Media padat
b.      Media setengah padat
c.       Media cair
3.      Menurut isi dari media :
a.      Media basal :
* Media basal padat
* Media basal cair
b.      Media campuran
4.      Menurut tingkatannya :
a.      Media sederhana
b.      Media kaya
5.      Menurut penggunaanya :
a.      Media kaya
b.      Media ekslusif
c.       Media selektif
d.      Media pembiakan

PEWARNAAN BAKTERI

Ada 2 cara yang dapat dilakukan untuk memeriksa bakteri secara mikroskopik :
      A.      Diperiksa langsung
      B.      Diwarnai terlebih dahulu, baru diperiksa ( pewarnaan bakteri )


      A.      Pemeriksaan langsung
Dengan cara ini kita memeriksa bakteri dalam keadaan hidup. Sebenarnya cara ini merupakan cara  yang cepat, mudah, murah dan cukup memuaskan, tetapi tidak dapat diperiksa dalam waktu lama karena sediaan cepat sekali kering. Sediaan basah dilakukan dari bahan pemeriksaan langsung, menggunakan KOH untuk jamur dan menggunakan NaCl untuk melihat bakteri dalam keadaan hidup. Cara ini juga dipakai untuk memeriksa gerak kuman secara mikroskopik.
            Ada 2 cara pemeriksaan mikroskopik yang biasa dilakukan, yaitu :
1.      Sediaan basah
2.      Tetes gantung

      B.      Pewarnaan bakteri
Bakteri hidup pada umumnya tidak berwarna dan tembus cahaya sehingga diperiksa secara langsung tidak dapat terlihat jelas. Tetapi dengan pewarnaan, sel bakteri aka diisi dengan zat warna sehingga menjadi berwarna dan tidak tembus cahaya, hal ini menyebabkan bakteri terlihat sangat jelas dan kontras disbanding dengan daerah sekitarnya.
Sebelum meawrnai, terlebih dahulu dibuat sediaan di atas sebuah gelas alas. Tergantung kepada tujuannya, dikenal sediaan oles dan sediaan hapus.
·         Macam – macam pewarnaan
Secara garis besar teknik pewarnaan bakteri dapat dikategorikan sebagai berikut :
1.      Pewarnaan sederhana
2.      Pewarnaan diferensial :
*  Pewarnaan Gram
*  Pewarnaan tahan asam
3.      Pewarnaan khusus untuk melihat struktur tertentu :
*  Pewarnaan flagel
*  Pewarnaan spora
*  Pewarnaan kapsul

4.      Pewarnaan khusus untuk melihat komponen lain dan bakteri :
*  Pewarnaan Neisser ( granula volutin )
*  Pewarnaan yodium ( granula glikogen ) dsb
5.      Pewarnaan negative


Sumber : Penuntun dan jurnal praktikum Bakteriologi
Pengarang : Ibu Iis Kurniati, M.Kes

Ms. Word (bullet and number list)

Cara menyispkan bullet and number list.....

Bullet dan Number List di gunakan untuk menegaskan urutan atau pun untuk memberikan penomoran pada item – item tertentu secara otomatis. Fasilitas tersebut terdapat di tab Home, di bawah gruf paragraph.

    Caranya (numbering) :

  1.   Pilih text mana yang akan diberikan penomoran.
         

         2.   Jenis – jenis penomoran, bisa klik panah di samping icon numbering. Klik salah satu numbering yang              kita inginkan. 

      
              Maka hasilnya : 


              Dan untuk Bullets caranya hamper serupa yaitu :
               1.   Pilih text yang akan di aplikasikan, kemudian pilih bullets yang akan digunakan.

  

                Hasilnya :


     Dengan adanya Bullets dan Numbering, kita tidak perlu repot – repot mengetik dengan cara manual.